Menjadi Budak Tanpa Sadar


Uang merupakan hal yang sentral bagi kebutuhan sehari - hari. Mulai bangun tidur sampai tidur lagi pun kita tetap mengandalkan uang. Saking sentralnya uang dalam hidup, uang bagai dewa dan candu hidup ini.

Banyak orang yang melakukan kerja berjam - jam demi imbalan uang. Melakukan sedekah pun dapat dengan uang. Sampai - sampai hidup ini sangat tak berarti apa - apa karena terlalu sering berburu uang, mencari dan mendewakan uang.

Banyak yang kerja siang malam itu demi uang. Tanpa kita sadari dan Tak lepas dari itu uang juga seakan membudakan kita, mempekerjakan dan memangkas hakikat hidup manusia untuk berkumpul dan berinteraksi dengan manusia lain.

Bahkan masalah - masalah yang ada di mana - mana berpusat dari uang, mulai kriminalitas, pembunuhan, korupsi hingga narkoba semua bersumber pada yang namanya uang.

Pernahkan kita bayangkan hidup damai tanpa uang ? Hidup damai tanpa dikejar - kejar bayar kredit bulanan. Hidup damai, tentram seperti disurga. Asal anda tahu di surga itu bisa hidup damai tanpa uang. Mungkinkah hidup seperti demikian.

Dalam teori konspirasi memang uang diciptakan untuk memperbudak manusia. Melupakan manusia pada tuhannya dan mempekerjakan manusia layaknya sapi untuk membajak sawah. Sedangkan sapi itu tak harus membayar pakai uang jika mau makan karena tuhan telah menyiapkan semua yang ada.

Tuhan memang adil, tuhan tak mungkin membiarkan manusia lain mencuri harta kita dengan mudah. Tetapi tidak berlaku jika kita berbicara uang yang hakikatnya sistem buatan manusia. Jika kita punya uang satu miliar dengan disimpan sepuluh tahun maka nilai uang kita akan dicuri oleh inflasi. Jika kita tidak bekerja maka dalam sepuluh tahun uang kita tak bernilai apa - apa. Ini jika kita asumsikan inflasi rata - rata 10% pertahun. Maka dari itu, walaupun kita sudah punya uang, kita tetap harua bekerja mati-matian agar uang kita tak tergerus inflasi tiap tahun.

Kita tanpa sadar disuruh bekerja demi uang. Saat mau mencari uang dan saat mempertahankan nilai uang. Dan kita harus bekerja extra jika mau mendapatkan uang untuk membayar bunga - bunga pinjaman uang.

Bank tak salah mencetak banyak uang, dan kita tak salah menyimpan uang di kamar. Tapi dengan mencetak banyak uang yang beredar maka uang dikamar kita jadi tak bernilai jika bank terus mencetak uang terus menerus. Seperti itulah contoh sederhana kalau kita diperbudak yang namanya uang.


Tag : Ekonomi

-