LBC on memory


Lbc itu kepanjangan dari london beauty center, bukan pusat kecantikan di inggris ataupun di eropa. Melainkan pusat kecantikan atau klinik perawatan kulit didaerah sidoarjo.

Saya tak membahas masalah perawatannya, akan tetapi membahas tentang aku dan kenapa sampai di klinik tersebut. Klinik yang membuatku lebih dewasa dan lebih jantan karna bermalam seorang diri selama 3 bulan.

Langsung saja, waktu itu aku lagi cari kerja, eh disitu ada lowongan pekerjaan, langsung ku lamar di klinik tersebut sebagai ob, langsung keterima karena gajinya yang dibawah umr dan kerjanya full time karena tidur disitu, jadi semua hidupku ya semua waktu kerjaku. 30 hari nonstop itu hal yang melelahkan.

Semua pekerja di klinik tersebut cewek, yang laki-laki cuma aku dan satpam. Jadi hampir semua yang ada termasuk angkat - angkat, jaga, hingga bayar - bayar tagihan listrik, air dan pajak aku yang lakukan. Sehingga pekerjaan itu lebih dari seorang ob bagiku. Tapi bagiku lebih tepat jika disebut babu atau bawahnya budak.

Disaat gaji wilayah sidoarjo sudah umr dua juta lebih, tetapi aku cuma di gaji 1,3 juta perbulan dengan pekerjaan utama ngepel, nyapu, nyuci banduk dan nyuci seprai. Dan tak lupa juga nyetrika handuk juga. Intinya pekerjaan ku tanpa batas waktu.

Pertama kerja berangkat pagi buta, lalu ke ketemu sang satpam yang kini menjadi sahabat seperjuanganku. Lalu disuruh masuk ke tempat itu ( klinik ). Langsung di sapa dua orang cewek yang nginap disitu karena rumahnya di luar kota, panggil saja dewi dan eci tapi nama aslinya dewi sagita dari ponorogo. Langsung memperkenalkan diri, bleg bleg blegg blegggg.. 

Banyak cewek hang bekerja disitu, antara lain mbak pink, bu iin, bu ira, mbak deni, terus mbak cece sang cewek keturunan china.eh ya ada juga mbak jojo dan sang kepala cabangnya bu yeni. Yang suka buat kopi itu yolanda anak seorang montir alat berat disamping lbc ( pak brewok ). Sedangkan yang menemani tidurku itu trio susanto anak desa entalsewu.

 Banyak cerita di lbc, mulai dari gunung kelud meletus yv abunya membanjiri lbc hingga cerita horor di klinik tersebut. Saya gak akan bahas yang horor karena itu hanya akan menambah derita saya.

Oh ya,,,ada lagi tu seorang apotekernya lupa namanya, tapi wajahnya aku ingat tapi yang paling aku ingat ya karena mbak apoteker ngefans sama dewa 19 dan queen seperti aq. Jadi ya nyambung kalau ngomong,,,,ohhh inget aku, namanya mbak tia asal trenggalek. Sedangkan dokternya aku sudah lupa juga dan dokter yang satunya namanya dokter ike.

Sedangkan yang lainnya namanya mbak april yg paling kurus kayak tulang dibungkus baju, dia tu suka nyuruh beli bebek goreng kalau malam hari, kadang juga beli nasi kucing di tempatnya cak kadir.

Sebenarnya ada lagi nama yg akan ku tulis tapi karena lupa ya yg ku ingat. Termasuk istrinya mbak jojo yaitu mas erix pramono hingga mas tresno penjual bakwan yang menjadi temanku disana.

Mungkin semua yang terkenang menjadi indah itu benar akan tetapi membayangkan kesulitan masa lalu bikin aku bersyukur saat aku seperti sekarang.

Rasanya udah banyak yang lupa waktu aku di lbc. Karena udah 4 tahun baru remimber lagi. Tapi yang paling ku ingat sampai sekarang ya…..

  1. Mabuk dengan trio dan mas tresno
  2. Ngopi dengan mas erik di perlintasan kreta di pagerwojo
  3. Ngopi di gading fajar
  4. Beli capjai di flayover jenggolo
  5. Ke royal plaza dan tunjungan plaza dengan mas erix
  6. Terus aku minta ditunjukin jalan pulang oleh mas tresno dari sidoarjo sampai osowilangon dan akhirnya ngopi di depan royal plaza
  7. Setiap hari makan telur, pagi telur rebus, sian dadar dan sore telur ceplok.
  8. Menemui bojoku di rumah kakanya di balongbendo waktu itu aku belum tau daerah itu dan aku lewat bungur asih kemudian ambil arah mojokerto.
  9. Makan ditempat bu ninik di depan intertrand sebuah pabrik kayu.
  10. Mengirimi boneka babi dari sidoarjo
  11. Tidur dengan ac

Aku cuma 3 bulan disana, karena akj sakit kemudian pulang dan tak kembali.


Tag : Cerita

-